15 Strategi Revolusioner: Tips Saat Menganggur Agar Cepat Bangkit dan Raih Karir Impian!

KAWITAN

Menganggur. Satu kata yang seringkali membawa beban perasaan campur aduk: cemas, bingung, kadang juga putus asa. Apalagi di zaman sekarang, dengan persaingan yang makin ketat dan kondisi ekonomi yang tidak menentu, mencari pekerjaan bisa jadi tantangan tersendiri. Namun, menurut saya, masa ini tidak harus jadi momok yang menakutkan. Justru, ini adalah sebuah fase transisi, semacam ‘reset button’ yang diberikan kehidupan untuk kita. Kalau kita tahu tips saat menganggur yang tepat, masa ini bisa jadi waktu paling produktif dan transformatif dalam hidup kita. Artikel ini akan membahas secara mendalam berbagai strategi, mulai dari menjaga kesehatan mental hingga mengasah skill baru, agar Anda bisa melewati masa ini dengan kepala tegak dan keluar sebagai pribadi yang lebih kuat, siap menyongsong karir impian. Simple-nya begini, kita tidak sedang diam, tapi sedang mempersiapkan lompatan yang lebih tinggi.

Mungkin Anda baru saja kehilangan pekerjaan, atau baru lulus kuliah dan sedang berburu kesempatan. Apapun situasinya, perasaan tertekan itu wajar. Jangan anggap remeh emosi yang muncul, karena justru dari situlah kita bisa mulai membangun fondasi yang kokoh. Ingat, menganggur itu bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari babak baru. Professional blog post illustration
Jadi, mari kita ubah stigma negatif ini menjadi energi positif untuk bertransformasi. Artikel ini akan jadi panduan lengkap Anda untuk tetap optimis dan produktif.

Table of Contents

Strategi #1: Prioritaskan Kesehatan Mental dan Emosional Anda

Ini adalah pondasi utama dari semua tips saat menganggur yang akan kita bahas. Seringkali, tekanan mencari kerja dan stigma sosial bisa merusak kesehatan mental kita. Berdasarkan pengalaman banyak orang, jika mental kita tidak sehat, semua usaha lain akan terasa berat atau bahkan sia-sia.

a) Terima dan Validasi Perasaan Anda

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengakui dan menerima bahwa merasa sedih, kecewa, marah, atau cemas itu WAJAR. Jangan menekan perasaan itu. Biarkan ia muncul, amati, lalu lepaskan. Menganggur adalah situasi yang menantang, jadi wajar jika Anda merasa tidak baik-baik saja. Izinkan diri Anda untuk merasakan emosi tersebut tanpa menghakimi.

b) Hindari Isolasi Diri

Saat stres, naluri kita seringkali adalah menarik diri dari lingkungan sosial. Padahal, justru interaksi dengan orang lain bisa jadi penyelamat. Tetaplah terhubung dengan keluarga, teman, atau bahkan mentor. Bercerita tentang perasaan Anda bisa meringankan beban, dan siapa tahu, mereka punya tips saat menganggur yang pernah mereka alami sendiri atau bahkan informasi lowongan kerja. Jangan malu meminta dukungan.

c) Jaga Rutinitas Harian

Salah satu bahaya terbesar saat menganggur adalah hilangnya struktur dan rutinitas harian. Ini bisa membuat kita merasa tak punya tujuan. Coba bangun rutinitas baru: bangun pagi, berolahraga, mandi, berpakaian seperti hendak bekerja (meski hanya di rumah), lalu sisihkan waktu khusus untuk mencari pekerjaan dan pengembangan diri. Rutinitas membantu menjaga disiplin dan perasaan kontrol.

d) Batasi Paparan Berita Negatif

Informasi negatif, apalagi tentang pasar kerja yang suram, bisa sangat merugikan mental. Filter apa yang Anda konsumsi. Fokus pada hal-hal yang membangun dan memberi Anda harapan. Ini bukan berarti mengabaikan realitas, tapi lebih pada memilih fokus yang tepat.

Strategi #2: Revisi dan Poles Profil Profesional Anda

Bayangkan Anda adalah produk yang akan dipasarkan. CV dan profil LinkedIn adalah brosur terbaik Anda. Ini adalah salah satu tips saat menganggur paling krusial.

a) Perbarui CV dan Surat Lamaran Kerja Anda

  • Kekinian: Pastikan CV Anda mencerminkan pengalaman dan skill terbaru. Gunakan format yang bersih, modern, dan mudah dibaca.
  • Kuantitatif: Jangan hanya menulis tugas, tapi tulis pencapaian. Contoh: “Meningkatkan penjualan sebesar 20%” daripada “Bertanggung jawab atas penjualan.”
  • Kata Kunci: Sesuaikan CV Anda dengan kata kunci yang relevan di industri yang Anda tuju. Banyak perusahaan menggunakan ATS (Applicant Tracking System) yang memindai CV berdasarkan kata kunci.
  • Personalisasi: Jangan pernah mengirim CV dan surat lamaran yang sama untuk semua posisi. Sesuaikan setiap lamaran dengan deskripsi pekerjaan yang dituju.

b) Optimalkan Profil LinkedIn Anda

LinkedIn adalah “etalase” profesional Anda. Pastikan semua informasi terisi lengkap: foto profesional, headline yang menarik, ringkasan profil yang menjelaskan tujuan karir Anda, daftar pengalaman dan skill, serta rekomendasi dari rekan kerja atau atasan sebelumnya. Aktif di LinkedIn juga penting – bagikan artikel, berinteraksi dengan postingan orang lain, dan ikuti perusahaan yang Anda minati. Ini adalah cara cerdas untuk membangun jaringan profesional.

c) Siapkan Portofolio (jika Relevan)

Untuk bidang kreatif atau teknis, portofolio adalah bukti nyata kemampuan Anda. Pastikan mudah diakses (misalnya, via Google Drive atau website pribadi) dan menampilkan karya-karya terbaik Anda. Ini bisa menjadi pembeda Anda dari kandidat lain.

Strategi #3: Manajemen Keuangan yang Cerdas

Salah satu kekhawatiran terbesar saat menganggur adalah masalah finansial. Ini butuh strategi yang matang dan disiplin.

a) Buat Anggaran yang Ketat

Coba hitung berapa pengeluaran esensial Anda per bulan (makan, transportasi, sewa/cicilan, tagihan). Lalu, potong semua pengeluaran yang tidak perlu. Kopi mahal setiap hari? Jeda dulu. Langganan streaming yang tidak terpakai? Batalkan. Tujuan kita adalah memperpanjang “umur” dana darurat Anda. Ini adalah salah satu tips saat menganggur yang paling praktis.

b) Cari Sumber Penghasilan Tambahan (sementara)

Jangan malu untuk mengambil pekerjaan sementara atau paruh waktu, bahkan jika itu di luar bidang Anda. Banyak opsi seperti:

  • Freelance: Menulis, desain grafis, terjemahan, admin virtual.
  • Gig Economy: Driver ojek online, kurir makanan, les privat.
  • Jual Barang Tidak Terpakai: Barang-barang bekas layak jual di rumah bisa jadi uang tunai.

Ini tidak hanya membantu keuangan, tapi juga menjaga Anda tetap aktif dan produktif.

c) Manfaatkan Jaring Pengaman Sosial (jika ada)

Di beberapa negara, ada tunjangan pengangguran atau program bantuan lain. Cari tahu apakah ada di Indonesia atau di daerah Anda. Jangan ragu untuk memanfaatkannya jika memenuhi syarat.

Strategi #4: Tingkatkan Skill dan Pengetahuan

Ini adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi pada diri sendiri. Pengembangan diri adalah kunci untuk membuka pintu peluang baru.

a) Identifikasi Gap Skill Anda

Cari tahu skill apa yang paling dibutuhkan di industri atau posisi yang Anda incar, tapi belum Anda kuasai. Contohnya, apakah Anda perlu belajar digital marketing, coding dasar, public speaking, atau bahasa asing? Menurut saya, ini adalah investasi paling berharga saat ini.

b) Manfaatkan Sumber Belajar Online Gratis dan Berbayar

Dunia digital menyediakan banyak sekali pilihan:

  • MOOCs (Massive Open Online Courses): Coursera, edX, Udemy, FutureLearn menawarkan kursus dari universitas-universitas terkemuka.
  • Tutorial YouTube: Hampir semua hal bisa dipelajari dari YouTube, dari editing video hingga pengoperasian software.
  • Webinar dan Workshop Gratis: Banyak komunitas atau perusahaan mengadakan acara online gratis untuk berbagi pengetahuan.
  • Buku dan E-book: Perpustakaan digital atau buku fisik bisa jadi sumber ilmu yang murah meriah.

c) Belajar Bahasa Asing

Kemampuan berbahasa asing, terutama Inggris, adalah nilai tambah besar di pasar kerja global. Aplikasi seperti Duolingo, Babbel, atau kursus online bisa jadi pilihan. Ini tidak hanya membuka peluang kerja internasional, tapi juga melatih otak Anda.

d) Ikuti Proyek Sampingan atau Volunteering

Meskipun tidak dibayar, ini bisa memberikan Anda pengalaman praktis, memperluas jaringan, dan mengisi kekosongan di CV Anda. Banyak organisasi nirlaba yang membutuhkan bantuan, dan ini adalah cara hebat untuk tetap produktif dan memberi dampak.

Strategi #5: Jadilah Pemburu Pekerjaan yang Aktif dan Cerdas

Jangan hanya menunggu pekerjaan datang. Anda harus proaktif, dan ini lebih dari sekadar mengirim lamaran.

a) Jaringan, Jaringan, Jaringan!

Ini adalah tips saat menganggur yang sering diremehkan tapi sangat powerful. Bicara dengan teman, keluarga, mantan rekan kerja, dosen, atau siapa pun yang Anda kenal. Beri tahu mereka bahwa Anda sedang mencari pekerjaan dan jenis pekerjaan seperti apa yang Anda inginkan. Seringkali, lowongan terbaik tidak diiklankan secara publik, melainkan melalui rekomendasi. Hadiri acara industri, webinar, atau virtual meet-up.

b) Manfaatkan Berbagai Platform Pencarian Kerja

Jangan terpaku pada satu platform saja. Jelajahi Jobstreet, LinkedIn Jobs, Kalibrr, Glints, Karir.com, dan bahkan website perusahaan langsung. Sesuaikan filter pencarian Anda dan atur notifikasi untuk lowongan baru.

c) Kembangkan Strategi “Targeted Application”

Alih-alih melamar puluhan posisi secara acak, fokuslah pada beberapa posisi yang benar-benar sesuai dengan minat dan kualifikasi Anda. Lakukan riset mendalam tentang perusahaan tersebut, sesuaikan CV dan surat lamaran Anda secara spesifik, dan persiapkan diri untuk wawancara. Kualitas lebih penting daripada kuantitas.

d) Latihan Wawancara

Wawancara kerja adalah seni. Latih jawaban Anda untuk pertanyaan umum seperti “Ceritakan tentang diri Anda,” “Mengapa Anda tertarik dengan posisi ini?”, atau “Apa kelemahan terbesar Anda?”. Latih juga wawancara perilaku (“Ceritakan pengalaman Anda saat menghadapi tantangan…”). Minta teman untuk simulasi wawancara dengan Anda. Ini akan meningkatkan kepercayaan diri Anda saat menghadapi wawancara sesungguhnya.

Strategi #6: Eksplorasi Peluang Karir Alternatif

Dunia kerja tidak lagi terbatas pada pekerjaan kantoran 9-ke-5. A person sitting at a desk, looking determined, surrounded by books, a laptop, and a to-do list, symbolizing productivity and self-improvement during unemployment.
Masa menganggur ini bisa jadi kesempatan emas untuk mencoba hal baru.

a) Freelancing dan Konsultan Independen

Jika Anda punya keahlian khusus (menulis, desain, marketing, IT, dll.), pertimbangkan untuk menjadi freelancer atau konsultan. Platform seperti Upwork, Fiverr, atau Sribulancer bisa jadi awal yang baik. Ini tidak hanya memberikan penghasilan, tapi juga pengalaman kerja yang relevan.

b) Memulai Bisnis Kecil atau Side Hustle

Punya ide bisnis yang selalu ingin diwujudkan? Ini mungkin saatnya. Mulai dari yang kecil, seperti jualan online, membuat produk kerajinan tangan, atau jasa katering rumahan. Banyak wirausahawan sukses memulai bisnis mereka di tengah keterbatasan.

c) Manfaatkan Ekonomi Gig (Gig Economy)

Selain ojek online, ada banyak platform yang membutuhkan pekerja lepas untuk tugas-tugas spesifik, seperti riset pasar, entri data, atau bahkan mengurus hewan peliharaan. Ini fleksibel dan bisa jadi sumber penghasilan tambahan.

Strategi #7: Tetap Optimis dan Resilien

Perjalanan mencari kerja penuh dengan penolakan. Ini adalah bagian tak terpisahkan dari proses, dan yang terpenting adalah bagaimana Anda menyikapinya.

a) Jangan Personalize Penolakan

Sebuah penolakan bukan berarti Anda tidak kompeten atau tidak berharga. Seringkali, itu hanya berarti ada kandidat lain yang lebih cocok untuk posisi tertentu, atau perusahaan punya kebutuhan yang berbeda. Jangan biarkan satu penolakan meruntuhkan semangat Anda.

b) Rayakan Kemenangan Kecil

Mendapat panggilan wawancara? Rayakan! Berhasil menyelesaikan satu bab kursus online? Rayakan! Setiap langkah maju, sekecil apapun, pantas untuk diapresiasi. Ini menjaga motivasi Anda tetap tinggi.

c) Visualisasi dan Afirmasi Positif

Bayangkan diri Anda sudah mendapatkan pekerjaan impian. Ucapkan afirmasi positif setiap hari. “Saya akan menemukan pekerjaan yang tepat untuk saya.” “Saya kompeten dan berharga.” Ini mungkin terdengar klise, tapi kekuatan pikiran itu nyata dalam membentuk realitas kita.

Strategi #8: Jaga Kesehatan Fisik

Mental dan fisik itu saling terkait. Saat stres, kita cenderung abai pada tubuh. Padahal, tubuh yang sehat adalah modal utama untuk tetap produktif dan berpikir jernih.

a) Berolahraga Secara Teratur

Tidak perlu gym mahal. Jalan kaki, jogging di taman, senam di rumah lewat YouTube, atau yoga. Olahraga melepaskan endorfin yang bisa meredakan stres dan meningkatkan mood. Ini adalah salah satu tips saat menganggur yang paling mudah dilakukan.

b) Pola Makan Sehat

Hindari makanan cepat saji atau tinggi gula yang bisa membuat energi naik turun drastis. Perbanyak buah, sayur, dan protein. Makanan sehat menjaga energi dan konsentrasi Anda optimal untuk proses pencarian kerja.

c) Cukup Tidur

Kurang tidur bisa membuat Anda mudah tersinggung, sulit fokus, dan mempengaruhi pengambilan keputusan. Pastikan Anda mendapatkan 7-8 jam tidur berkualitas setiap malam.

Strategi #9: Jadilah Pemberi, Bukan Hanya Penerima

Membantu orang lain bisa jadi cara yang ampuh untuk meningkatkan self-esteem dan memperluas jaringan.

a) Menjadi Mentor (jika Anda memiliki keahlian)

Apakah Anda ahli dalam bidang tertentu? Tawarkan bantuan Anda kepada mereka yang membutuhkan. Misalnya, membantu teman yang kesulitan dengan tugas kuliah, atau memberikan tips saat menganggur kepada junior Anda.

b) Berbagi Pengetahuan

Tulis blog, buat konten edukatif di media sosial, atau ikut forum online untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan Anda. Ini memposisikan Anda sebagai seorang ahli dan bisa menarik perhatian recruiter.

c) Menjadi Sukarelawan

Seperti yang disebutkan sebelumnya, volunteering tidak hanya memberi Anda pengalaman, tapi juga kepuasan batin dan kesempatan untuk bertemu orang-orang baru yang mungkin memiliki koneksi yang berguna. Ini adalah cara proaktif untuk memperluas jaringan profesional Anda.

Strategi #10: Belajar dari Pengalaman Orang Lain

Anda tidak sendirian. Ada banyak orang yang pernah mengalami masa menganggur dan berhasil bangkit.

a) Baca Kisah Inspiratif

Cari buku, artikel, atau podcast tentang orang-orang yang berhasil melewati masa sulit ini. Kisah-kisah mereka bisa memberi Anda motivasi dan ide-ide baru.

b) Bergabung dengan Komunitas Online/Offline

Ada banyak grup di media sosial atau forum yang didedikasikan untuk pencari kerja. Di sana, Anda bisa berbagi pengalaman, meminta saran, dan mendapatkan dukungan. Komunitas adalah tempat yang bagus untuk mendapatkan beragam tips saat menganggur.

Strategi #11: Jangan Lupakan Waktu untuk Diri Sendiri

Ini bukan berarti bermalas-malasan, tapi memberikan diri Anda waktu untuk istirahat dan mengisi ulang energi.

a) Lakukan Hobi

Manfaatkan waktu luang ini untuk kembali menekuni hobi yang sempat terlantar. Membaca, melukis, bermain musik, berkebun, atau apapun yang Anda nikmati. Hobi bisa jadi pelampiasan stres yang positif.

b) Meditasi atau Mindfulness

Luangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk bermeditasi atau melatih mindfulness. Ini membantu menenangkan pikiran, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan fokus Anda.

c) Jelajahi Tempat Baru (dengan budget terbatas)

Mungkin mengunjungi taman kota, museum gratis, atau perpustakaan. Perubahan suasana bisa menyegarkan pikiran dan memberi Anda perspektif baru. Ini juga membantu Anda untuk mengatasi stres.

Strategi #12: Tingkatkan Literasi Digital

Di era digital, hampir semua pekerjaan membutuhkan setidaknya pemahaman dasar tentang teknologi. Salah satu tips saat menganggur yang sering dilupakan.

a) Kuasai Aplikasi Produktivitas

Pelajari Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint) atau Google Workspace (Docs, Sheets, Slides) hingga tingkat mahir. Ini adalah skill dasar yang sangat dicari.

b) Pahami Dasar-dasar Internet dan Keamanan Siber

Bagaimana cara mencari informasi yang efektif, bagaimana menggunakan media sosial secara profesional, dan bagaimana menjaga keamanan data Anda dari ancaman siber. Ini semua penting.

c) Kenali Tren Teknologi Terbaru

Meskipun Anda bukan dari bidang IT, memahami tren seperti AI, Big Data, atau Cloud Computing bisa memberi Anda wawasan dan membuka pintu ke peluang baru. Banyak kursus online gratis yang bisa Anda ikuti untuk ini.

Strategi #13: Evaluasi Diri dan Refleksi

Gunakan masa ini untuk memahami diri Anda lebih baik: apa kekuatan Anda, kelemahan, minat, dan nilai-nilai inti Anda.

a) Analisis SWOT Pribadi

Identifikasi Strengths (Kekuatan), Weaknesses (Kelemahan), Opportunities (Peluang), dan Threats (Ancaman) dalam diri Anda dan situasi karir Anda. Ini bisa membantu Anda menemukan arah yang lebih jelas.

b) Tentukan Tujuan Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Apa yang ingin Anda capai dalam seminggu, sebulan, atau setahun ke depan? Buat tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART goals). Misalnya, “Melamar 5 pekerjaan setiap minggu” atau “Menyelesaikan kursus digital marketing dalam 2 bulan.” Ini membantu Anda untuk tetap fokus pada tujuan.

c) Belajar dari Kegagalan Sebelumnya

Apa yang bisa Anda pelajari dari pengalaman kerja sebelumnya atau proses pencarian kerja yang lalu? Gunakan itu sebagai pelajaran berharga untuk perbaikan di masa depan.

Strategi #14: Kembangkan Personal Branding Anda

Di pasar kerja yang ramai, Anda perlu menonjol. Ini adalah cara bagaimana Anda “menjual” diri Anda secara unik.

a) Tentukan “Unique Selling Proposition” (USP) Anda

Apa yang membuat Anda berbeda dari kandidat lain? Apa keahlian unik atau kombinasi keahlian yang Anda miliki? Misalnya, “Saya adalah desainer grafis dengan keahlian storytelling yang kuat” atau “Saya seorang manajer proyek yang juga mahir dalam analisis data.”

b) Konsisten dalam Pesan Anda

Pastikan semua platform profesional Anda (LinkedIn, CV, portofolio, media sosial) menyampaikan pesan yang konsisten tentang siapa Anda dan apa yang Anda tawarkan.

c) Bangun Kehadiran Online yang Positif

Google nama Anda. Apa yang muncul? Pastikan semua yang ada di internet tentang Anda adalah hal-hal positif dan profesional. Hapus atau atur privasi pada konten yang tidak relevan atau berpotensi merugikan citra Anda. Ini bagian penting dari strategi mencari kerja modern.

Strategi #15: Tetap Berdoa dan Berpikiran Positif

Aspek spiritual seringkali menjadi penopang di masa sulit. Memiliki keyakinan dan harapan bisa memberikan kekuatan luar biasa. Berdasarkan pengalaman banyak orang, ini adalah fondasi mental yang sangat kuat.

a) Perkuat Keimanan

Apapun keyakinan Anda, mendekatkan diri pada Tuhan bisa memberikan kedamaian batin dan kekuatan untuk menghadapi tantangan. Doa, meditasi, atau aktivitas spiritual lainnya dapat membantu Anda tetap optimis.

b) Bersyukur untuk Hal Kecil

Meskipun dalam masa sulit, selalu ada hal-hal yang patut disyukuri: kesehatan, keluarga, teman, makanan di meja. Fokus pada rasa syukur bisa mengubah perspektif Anda dan menarik energi positif.

c) Percaya pada Proses

Kadang, apa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik untuk kita saat ini. Percayalah bahwa ada rencana yang lebih besar, dan masa menganggur ini adalah bagian dari perjalanan Anda menuju sesuatu yang lebih baik. Ini adalah masa untuk fokus dan tujuan yang lebih jelas.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Masa Menganggur

1. Berapa lama waktu yang normal untuk menganggur?

Tidak ada angka pasti, ini sangat bervariasi tergantung industri, lokasi, pengalaman, dan kondisi ekonomi. Rata-rata bisa beberapa minggu hingga beberapa bulan. Yang penting adalah bagaimana Anda memanfaatkan waktu tersebut secara produktif.

2. Bagaimana cara menjelaskan jeda pekerjaan di CV atau wawancara?

Jelaskan secara jujur dan positif. Fokus pada apa yang Anda lakukan selama jeda tersebut (misalnya, mengambil kursus, volunteering, pengembangan skill baru, proyek pribadi, atau bahkan merawat keluarga). Tekankan bagaimana pengalaman itu membuat Anda menjadi kandidat yang lebih baik.

3. Apakah boleh mengambil pekerjaan yang “di bawah” kualifikasi saya?

Tergantung situasi Anda. Jika tujuannya untuk memenuhi kebutuhan finansial sementara, menjaga diri tetap aktif, dan mencegah jeda yang terlalu lama, maka itu bisa jadi pilihan yang bijak. Yang penting, jangan berhenti mencari posisi yang lebih sesuai dengan tujuan karir jangka panjang Anda.

4. Bagaimana cara mengatasi rasa cemas saat melihat teman-teman sukses?

Hindari membandingkan diri Anda dengan orang lain. Setiap orang memiliki garis waktu dan perjuangannya sendiri. Fokus pada perjalanan Anda, rayakan kemajuan kecil Anda, dan ingat bahwa apa yang terlihat di media sosial seringkali bukan gambaran utuh dari realitas.

5. Apa yang harus dilakukan jika saya mulai merasa putus asa?

Pertama, jangan ragu untuk mencari dukungan dari orang terdekat atau profesional (terapis/konselor) jika perasaan putus asa terlalu kuat. Kedua, ambil istirahat sejenak dari pencarian kerja untuk mengisi ulang energi. Lakukan sesuatu yang Anda nikmati, lalu kembali dengan pikiran yang lebih segar. Ingat, perasaan ini wajar, dan Anda tidak sendirian.

6. Bagaimana cara menjaga motivasi tetap tinggi dalam jangka panjang?

Tetapkan tujuan kecil yang dapat dicapai setiap hari atau minggu, dan berikan diri Anda penghargaan kecil saat mencapainya. Jaga rutinitas, terus belajar, dan kelilingi diri Anda dengan orang-orang positif. Ingat mengapa Anda memulai dan apa tujuan akhir Anda. Untuk informasi lebih lanjut tentang mengelola masa transisi karir, Anda bisa membaca artikel di situs-situs karir terkemuka seperti Forbes Advisor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *