7 Rahasia Efektif Memenuhi Syarat Pinjaman di Pegadaian agar Langsung Cair!


Pernahkah kamu merasa terjepit kebutuhan dana mendadak? Entah itu untuk modal usaha yang tiba-tiba muncul peluangnya, biaya pendidikan anak yang harus segera dibayar, atau bahkan sekadar untuk menutupi kebutuhan sehari-hari sampai gajian tiba? Nah, kalau sudah begini, salah satu solusi yang sering terpikirkan dan menurut saya pribadi paling “membumi” di Indonesia adalah Pegadaian. Bukan cuma karena cabangnya ada di mana-mana seperti minimarket, tapi juga karena prosesnya yang relatif cepat dan mudah dipahami.

Tapi, meskipun terkesan mudah, bukan berarti kamu bisa datang dengan tangan kosong dan berharap dana langsung cair begitu saja. Ada lho syarat pinjaman di Pegadaian yang harus kamu penuhi. Dan, ini bukan cuma sekadar formalitas biasa, tapi kunci utama agar pengajuanmu lancar jaya tanpa hambatan. Bayangkan kamu mau masak nasi goreng, tapi lupa beli beras atau bumbunya nggak lengkap. Pasti nggak jadi nasi goreng enak, kan? Nah, begitu juga dengan pinjaman di Pegadaian. Tanpa memenuhi A vibrant, modern Pegadaian office interior with friendly staff assisting customers, some holding documents, with a clear sign
, bisa-bisa tujuanmu mendapatkan dana segar harus tertunda.

Dalam artikel panjang ini, kita akan bongkar tuntas semua seluk-beluk tentang syarat pinjaman di Pegadaian. Mulai dari yang umum, sampai yang spesifik untuk berbagai produk pinjaman andalan mereka. Saya akan mencoba menjelaskan dengan bahasa yang santai, mudah dimengerti, dan dilengkapi dengan tips-tips jitu berdasarkan pengalaman banyak orang. Siap? Yuk, kita mulai petualangan mencari tahu rahasia dana cair di Pegadaian!

Pengenalan Pegadaian: Lebih dari Sekadar Tempat Gadai

Sebelum kita loncat ke detail syarat pinjaman di Pegadaian, ada baiknya kita kenalan dulu dengan entitas satu ini. Pegadaian, secara historis, adalah lembaga keuangan non-bank milik negara yang tugas utamanya menyediakan pinjaman dengan jaminan barang bergerak. Dulu, mungkin orang tahunya Pegadaian itu cuma tempat “gadai emas”. Tapi seiring waktu, layanan mereka berkembang pesat, lho! Sekarang, Pegadaian punya berbagai produk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan finansialmu, dari yang sifatnya konsumtif sampai produktif.

Kenapa sih Pegadaian jadi pilihan banyak orang? Simple-nya begini: mereka menawarkan akses keuangan yang cepat dan relatif mudah, terutama bagi masyarakat yang mungkin kesulitan mengakses pinjaman di bank konvensional karena alasan tertentu (misalnya, tidak punya slip gaji atau agunan yang disyaratkan bank). Prosesnya tidak berbelit-belit, dan yang paling penting, diatur oleh regulasi negara, jadi lebih aman dan terpercaya.

Kenapa Memilih Pinjaman di Pegadaian? (Bukan Cuma Urusan Cepat Cair!)

Mungkin kamu berpikir, “Ah, banyak juga kok tempat pinjaman lain.” Betul, tapi Pegadaian punya beberapa keunggulan yang membuatnya menonjol, apalagi kalau kita bicara tentang kemudahan memenuhi syarat pinjaman di Pegadaian.

  • Proses Cepat: Ini sering jadi alasan nomor satu. Selama semua dokumen dan agunan lengkap, dana bisa cair dalam hitungan jam, bahkan menit untuk beberapa produk.
  • Persyaratan Fleksibel: Dibandingkan bank, persyaratan di Pegadaian cenderung lebih fleksibel, terutama untuk pinjaman dengan agunan.
  • Bunga/Tarif Sewa Modal Kompetitif: Mereka menawarkan tarif yang relatif bersaing dan transparan, baik untuk skema konvensional maupun syariah.
  • Pilihan Produk Beragam: Ada pinjaman jangka pendek, jangka menengah, dengan agunan emas, BPKB, bahkan tanpa agunan untuk produk tertentu. Ini yang bikin kita harus tahu detail syarat pinjaman di Pegadaian untuk tiap produk.
  • Aman dan Terpercaya: Sebagai BUMN, keamanan barang jaminanmu terjamin. Kamu nggak perlu khawatir barangmu bakal hilang atau disalahgunakan.

Fondasi Utama: Syarat Pinjaman di Pegadaian yang Berlaku Umum

Oke, kita masuk ke inti pembahasannya. Sebelum membahas detail per produk, ada beberapa syarat pinjaman di Pegadaian yang sifatnya umum dan wajib kamu penuhi, tidak peduli produk apa yang akan kamu pilih. Anggap saja ini “paspor” dasar untuk masuk ke dunia perpinjaman di Pegadaian.

  1. Warga Negara Indonesia (WNI): Ini mutlak. Kamu harus menunjukkan identitas sebagai WNI.
  2. Usia Minimal 21 Tahun atau Sudah Menikah: Kalau belum 21 tapi sudah menikah, biasanya bisa. Kalau usiamu masih di bawah 21 dan belum menikah, maaf, belum bisa. Batas usia maksimal biasanya sekitar 60-65 tahun saat pelunasan pinjaman, tergantung produk.
  3. Memiliki Identitas Diri yang Sah: Ini penting banget! Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku adalah dokumen utama. Jangan sampai KTP-mu sudah mati atau fotokopiannya buram, bisa bikin proses terhambat.
  4. Domisili Jelas: Meskipun tidak selalu diminta surat keterangan domisili, biasanya alamat di KTP akan jadi acuan. Kalau alamat domisili berbeda dengan KTP, sebaiknya tanyakan langsung ke cabang Pegadaian terdekat.
  5. Mampu Melakukan Perikatan Hukum: Maksudnya, kamu tidak sedang di bawah perwalian atau memiliki masalah hukum yang bisa menghambatmu dalam melakukan perjanjian pinjaman.

Menurut saya, lima poin di atas adalah gerbang pertama yang harus kamu lewati. Pastikan semua sudah beres sebelum melangkah ke syarat pinjaman di Pegadaian yang lebih spesifik.

Membongkar Ragam Pinjaman dan Syaratnya: Produk Andalan Pegadaian

Nah, sekarang kita akan menyelami lebih dalam berbagai produk pinjaman yang ditawarkan Pegadaian, beserta detail syarat pinjaman di Pegadaian untuk masing-masing produk. Ini yang sering bikin bingung, karena setiap produk punya peruntukan dan persyaratan yang berbeda.

1. KCA (Kredit Cepat Aman): Solusi Kilat dengan Jaminan Emas/Perhiasan

Ini adalah produk gadai klasik dan paling populer di Pegadaian. Sesuai namanya, ini cocok banget buat kamu yang butuh dana cepat dengan jaminan emas atau perhiasan. Agunannya bisa berupa emas batangan, perhiasan emas, intan, berlian, permata, atau bahkan barang elektronik dan kendaraan bermotor. Tapi yang paling sering dan nilainya bagus ya emas. Simple-nya, kalau kamu punya perhiasan nganggur atau emas batangan yang sayang dijual tapi butuh uang, inilah solusinya.

Syarat Pinjaman KCA:

  • KTP/Identitas Diri yang Masih Berlaku (seperti yang disebutkan di syarat umum).
  • Barang Jaminan (Agunan): Ini dia intinya! Kamu harus membawa emas (perhiasan, batangan), berlian, intan, kendaraan bermotor (mobil/motor), laptop, kamera, handphone, atau barang elektronik lainnya.
  • Usia Minimal 21 Tahun atau Sudah Menikah (sesuai syarat umum).
  • Minimal pinjaman mulai dari Rp 50.000 sampai ratusan juta rupiah, tergantung nilai taksiran agunan.

Tips KCA: Pastikan emas atau barang berharga kamu asli dan punya kadar yang jelas (untuk emas). Makin tinggi nilainya, makin besar pinjaman yang bisa kamu dapatkan. Jangan lupa bawa surat-surat kendaraan jika agunanmu BPKB atau STNK.

2. KREASI (Kredit Usaha Mikro dengan Fidusia): Modal Usaha Tanpa Gadai Fisik Barang

Kalau KCA itu gadaian fisik, KREASI ini beda lagi. KREASI dirancang khusus untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang butuh modal kerja atau investasi. Keunggulannya, kamu nggak perlu menyerahkan barang jaminan secara fisik. Cukup surat-suratnya saja (BPKB kendaraan bermotor), karena jaminannya adalah fidusia. Artinya, barang jaminan masih bisa kamu pakai untuk usaha. Ini revolusioner banget, kan?

Syarat Pinjaman KREASI:

  • KTP/Identitas Diri yang Masih Berlaku.
  • Kartu Keluarga (KK).
  • Surat Nikah (jika sudah menikah).
  • Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan/desa atau izin usaha yang sah. Usaha harus sudah berjalan minimal 1 tahun. Ini poin krusial untuk syarat pinjaman di Pegadaian jenis KREASI.
  • Memiliki jaminan berupa BPKB kendaraan bermotor (mobil/motor) yang sah dan atas nama sendiri atau pasangan, dilengkapi faktur pembelian. Kendaraan yang dijaminkan harus sesuai dengan ketentuan Pegadaian (umur kendaraan, kondisi).
  • Fotokopi STNK dan pajak yang masih hidup.
  • Juga ada persyaratan terkait lokasi usaha dan tempat tinggal yang tidak terlalu jauh dari outlet Pegadaian.

Tips KREASI: Usahamu harus sudah jelas dan berjalan. Petugas Pegadaian biasanya akan melakukan survei lokasi usaha. Jadi, pastikan usahamu terlihat aktif dan menjanjikan. Ini penting untuk meyakinkan mereka.

3. ARRUM BPKB (Amanah, Rahmah, Universal, Murah): Pinjaman Syariah dengan Jaminan BPKB

Bagi kamu yang mengutamakan prinsip syariah dalam bertransaksi keuangan, ARRUM BPKB ini bisa jadi pilihan. Ini adalah produk pinjaman syariah yang menggunakan akad rahn (gadai) dengan jaminan BPKB kendaraan bermotor (mobil atau motor). Mirip KREASI, tapi ini berbasis syariah dan tujuannya bisa untuk pengembangan usaha atau kebutuhan konsumtif.

Syarat Pinjaman ARRUM BPKB:

  • KTP/Identitas Diri yang Masih Berlaku.
  • Kartu Keluarga (KK).
  • Surat Nikah (jika sudah menikah).
  • Surat Keterangan Usaha (SKU) atau izin usaha (jika untuk modal usaha).
  • Memiliki jaminan BPKB kendaraan bermotor (motor/mobil) asli atas nama sendiri atau pasangan, dilengkapi STNK, faktur pembelian, dan kwitansi pembelian (jika second). Usia kendaraan juga ada batasnya.
  • Fotokopi PBB atau rekening listrik/air/telepon (bukti domisili).
  • Usaha sudah berjalan minimal 6 bulan (jika untuk usaha).

Perbedaan dengan KREASI: ARRUM BPKB bisa untuk kebutuhan konsumtif, sedangkan KREASI khusus produktif. Dan tentu saja, ARRUM BPKB menggunakan prinsip syariah tanpa bunga, melainkan ujrah (biaya pemeliharaan).

4. KUR Syariah Pegadaian: Kredit Usaha Rakyat Berbasis Syariah

Ini adalah produk terbaru dari Pegadaian Syariah yang sangat menarik, terutama untuk UMKM. KUR Syariah Pegadaian ini, seperti namanya, adalah Kredit Usaha Rakyat yang disalurkan dengan prinsip syariah. Tujuan utamanya untuk meningkatkan kapasitas usaha mikro dan kecil. Ini bisa dibilang program pemerintah yang disalurkan melalui Pegadaian. Jadi, syarat pinjaman di Pegadaian untuk KUR Syariah ini akan sedikit berbeda dan lebih spesifik pada usaha.

Syarat Pinjaman KUR Syariah:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 17 tahun dan maksimal 65 tahun saat jatuh tempo.
  • Memiliki usaha produktif yang sudah berjalan minimal 6 bulan.
  • Tidak sedang menerima pembiayaan (pinjaman) dari lembaga keuangan lain, kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB.
  • Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK).
  • Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan/desa atau izin usaha mikro lainnya.
  • Fotokopi PBB atau rekening listrik/air/telepon (bukti domisili).
  • Tidak diperlukan agunan tambahan untuk pinjaman di bawah Rp 10 juta (ini fitur utamanya!). Untuk di atas itu, mungkin ada pertimbangan agunan.

Tips KUR Syariah: Usahamu harus benar-benar produktif dan sudah berjalan. Persiapkan laporan keuangan sederhana jika ada. Ini kesempatan bagus untuk UMKM yang butuh modal tanpa agunan berat.

5. RAHN Fleksi: Gadai Non-Emas (Barang Elektronik, Kendaraan, dll.)

Ini mirip KCA tapi fokusnya pada barang selain emas. Rahn Fleksi adalah produk gadai yang menerima jaminan berbagai macam barang bergerak selain emas, seperti elektronik (TV, laptop, handphone), kendaraan bermotor (motor/mobil), alat rumah tangga, mesin, dan lain-lain. Ini cocok buat kamu yang punya barang berharga tapi bukan emas, dan butuh dana cepat.

Syarat Pinjaman RAHN Fleksi:

  • KTP/Identitas Diri yang Masih Berlaku.
  • Barang Jaminan yang Sah dan Lengkap: Misalnya, untuk elektronik harus beserta dus dan kelengkapan lainnya. Untuk kendaraan, harus ada STNK, BPKB, dan faktur.
  • Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
  • Pinjaman mulai dari Rp50.000 hingga Rp200 juta.

Penting: Nilai taksiran barang sangat bergantung pada kondisi fisik, kelengkapan, dan harga pasar saat ini. Jadi, pastikan barangmu dalam kondisi terbaik agar taksirannya maksimal.

Langkah-langkah Mengajukan Pinjaman di Pegadaian: Panduan Praktis

Setelah kamu tahu detail syarat pinjaman di Pegadaian untuk produk yang kamu incar, selanjutnya adalah proses pengajuannya. Prosesnya umumnya cukup straightforward, tapi ada beberapa langkah yang perlu kamu tahu agar tidak bingung.

  1. Pilih Produk yang Tepat: Ini langkah pertama dan paling krusial. Sesuaikan kebutuhanmu (modal usaha, kebutuhan mendesak, syariah/konvensional) dengan produk Pegadaian yang ada. Sudah kita bahas di atas, kan?
  2. Siapkan Dokumen dan Agunan: Ini adalah kunci utama agar proses lancar. Kumpulkan semua KTP, KK, SKU, BPKB, STNK, atau barang jaminan sesuai dengan syarat pinjaman di Pegadaian yang kamu pilih. Jangan sampai ada yang kurang atau fotokopi yang buram.
  3. Datang ke Outlet Pegadaian Terdekat: Kamu bisa datang ke Cabang Pegadaian, Unit Pelayanan Cabang (UPC), atau Agen Pegadaian terdekat. Lokasinya gampang banget dicari.
  4. Mengisi Formulir Aplikasi: Sesampainya di sana, kamu akan diminta mengisi formulir pengajuan pinjaman.
  5. Penyerahan Dokumen dan Agunan: Serahkan semua dokumen dan agunanmu kepada petugas. Untuk agunan seperti emas atau barang elektronik, akan dilakukan penaksiran nilai oleh penaksir profesional Pegadaian. Mereka akan menilai kondisi, keaslian, dan nilai pasar barangmu. Proses penaksiran ini cepat kok, menurut saya, mirip dokter yang lagi periksa pasien, teliti tapi efisien.
  6. Persertujuan dan Tanda Tangan Akad: Setelah nilai taksiran ditentukan dan pinjaman disetujui, kamu akan dijelaskan rincian pinjaman, jangka waktu (tenor), dan tarif sewa modal/ujrah. Jika setuju, kamu akan diminta menandatangani akad perjanjian.
  7. Pencairan Dana: Setelah akad ditandatangani, dana pinjaman akan langsung dicairkan. Bisa tunai, atau ditransfer ke rekening bankmu. Voila! Dana cair dan bisa langsung kamu gunakan.

Ini simple-nya begini: siapkan, datang, isi, serahkan, tunggu taksiran, setuju, cair! Kalau semua syarat pinjaman di Pegadaian sudah beres, prosesnya bisa secepat kilat.

Tips Jitu Agar Pengajuan Pinjaman di Pegadaian Langsung Disetujui!

Mau tahu rahasianya agar pengajuan pinjamanmu mulus tanpa hambatan? Ini dia beberapa tips berdasarkan pengalaman banyak orang dan pengamatan saya:

  • Pastikan Dokumen Lengkap dan Valid: Ini poin paling dasar tapi sering terlewat. KTP masih berlaku, fotokopi jelas, BPKB tidak bermasalah, SKU asli. Cek dan ricek berkali-kali!
  • Pahami Produk yang Kamu Pilih: Jangan sampai salah pilih produk. Pahami betul syarat pinjaman di Pegadaian untuk produk yang kamu inginkan. Misal, kalau mau KREASI, pastikan usahamu benar-benar ada dan berjalan minimal 1 tahun.
  • Jaga Kondisi Agunan: Untuk pinjaman dengan agunan barang (emas, elektronik, kendaraan), pastikan barang dalam kondisi terbaik. Dus, kelengkapan, surat-surat kendaraan yang lengkap akan menambah nilai taksiran. Anggap saja kamu mau jual barang, pasti mau kasih yang terbaik, kan?
  • Bersikap Jujur dan Terbuka: Berikan informasi yang jujur kepada petugas. Mereka akan membantu mencarikan solusi terbaik untukmu.
  • Tanyakan Jika Ada yang Kurang Jelas: Jangan malu bertanya! Kalau ada poin syarat pinjaman di Pegadaian atau proses yang kurang kamu pahami, langsung tanyakan kepada petugas. Lebih baik jelas di awal daripada ada masalah di kemudian hari.
  • Datang di Jam Operasional: Ini klise, tapi kadang dilupakan. Datanglah saat jam operasional Pegadaian agar proses tidak terburu-buru dan kamu punya cukup waktu untuk bertanya dan melengkapi semua persyaratan.
  • Cek Simulasi Pinjaman: Sebelum datang, kalau bisa cek simulasi pinjaman via website Pegadaian atau aplikasi digital mereka. Ini akan memberimu gambaran awal berapa potensi pinjaman yang bisa kamu dapatkan dan berapa angsuran yang harus kamu bayar. Ini penting agar kamu bisa menyesuaikan kemampuan bayarmu.

Memahami Tenor, Angsuran, dan Biaya Lainnya

Selain syarat pinjaman di Pegadaian, kamu juga perlu memahami beberapa istilah penting lainnya. Ini akan membantumu dalam membuat keputusan finansial yang tepat:

  • Tenor/Jangka Waktu Pinjaman: Ini adalah durasi kamu meminjam. Ada yang mulai dari 15 hari, 30 hari, 60 hari, sampai ada yang bulanan hingga 3 tahun, tergantung produk. Pilih tenor yang sesuai dengan kemampuan dan estimasi kapan kamu bisa melunasi.
  • Sewa Modal/Ujrah: Ini adalah biaya yang harus kamu bayar. Untuk produk konvensional (seperti KCA), ini disebut sewa modal atau bunga. Untuk produk syariah (seperti ARRUM BPKB, KUR Syariah), ini disebut ujrah (biaya pemeliharaan atau margin). Besarnya bervariasi tergantung nilai pinjaman dan tenor.
  • Biaya Administrasi: Ada biaya administrasi kecil di awal pengajuan pinjaman.
  • Denda Keterlambatan: Jika kamu telat membayar angsuran atau perpanjangan, akan ada denda. Usahakan jangan sampai telat, ya! Ini demi menjaga rekam jejak keuanganmu.

Studi Kasus: Bagaimana Syarat Pinjaman di Pegadaian Membantu Ibu Rina

Mari kita ambil contoh Ibu Rina, seorang pedagang kue rumahan di Bandung. Usahanya sudah berjalan 2 tahun, tapi ia butuh modal tambahan untuk membeli oven baru yang lebih besar. Ia juga punya sepeda motor yang sudah lunas dan BPKB-nya ada di tangan. Ibu Rina ingin pinjaman yang ringan angsurannya dan sesuai syariah.

Setelah mencari informasi, Ibu Rina memutuskan untuk mengajukan pinjaman ARRUM BPKB di Pegadaian Syariah. Ia mengumpulkan semua syarat pinjaman di Pegadaian untuk produk ini: KTP, KK, Surat Nikah, Surat Keterangan Usaha dari kelurahan, serta BPKB dan STNK motornya. Motornya sendiri berusia 3 tahun, masih mulus.

Ibu Rina datang ke cabang Pegadaian Syariah terdekat. Petugas melakukan survei singkat ke lokasi usahanya dan menaksir nilai motornya. Karena semua dokumen lengkap, usaha Ibu Rina terbukti aktif, dan motornya dalam kondisi baik, pengajuannya disetujui dalam waktu kurang dari 2 hari kerja. Ia mendapatkan pinjaman sebesar Rp 8 juta dengan tenor 18 bulan dan cicilan yang ringan. Close-up of various items being used as collateral: a stack of shiny gold jewelry, a car BPKB document, a new-looking smartphone, and a small stack of Indonesian Rupiah banknotes. All are placed on a clean wooden desk.
Oven baru pun terbeli, dan produksi kue Ibu Rina jadi meningkat pesat. Ini bukti bahwa memahami dan memenuhi persyaratan itu sangat membantu.

Mitos dan Fakta Seputar Pegadaian

Ada beberapa mitos yang sering beredar tentang Pegadaian. Mari kita luruskan!

  • Mitos: Pegadaian itu bunganya mencekik.
    • Fakta: Tarif sewa modal/ujrah di Pegadaian cenderung kompetitif dan transparan. Besarnya tergantung produk, nilai pinjaman, dan tenor. Malah, seringkali lebih rendah dari pinjaman online ilegal.
  • Mitos: Kalau barang digadaikan, nanti bisa hilang atau diganti.
    • Fakta: Sebagai BUMN, Pegadaian sangat menjamin keamanan barang gadai. Barang disimpan di brankas atau gudang khusus dengan sistem keamanan ketat. Ada asuransinya juga!
  • Mitos: Hanya orang “susah” yang pinjam di Pegadaian.
    • Fakta: Banyak pengusaha, profesional, bahkan investor yang menggunakan Pegadaian untuk modal kerja jangka pendek atau untuk memanfaatkan peluang bisnis. Ini adalah salah satu instrumen keuangan yang sah dan cerdas.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) Seputar Syarat Pinjaman di Pegadaian

Supaya makin jelas, ini beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait syarat pinjaman di Pegadaian:

  1. Apakah saya bisa mengajukan pinjaman di Pegadaian tanpa KTP?

    Tidak bisa. KTP adalah identitas wajib untuk semua jenis pinjaman di Pegadaian. Ini adalah salah satu syarat pinjaman di Pegadaian yang mutlak.

  2. Bagaimana jika KTP saya beda alamat dengan domisili sekarang?

    Sebaiknya tanyakan langsung ke cabang Pegadaian terdekat. Beberapa produk mungkin butuh surat keterangan domisili atau bukti tempat tinggal lain (seperti PBB/rekening listrik) untuk memastikan. Namun, idealnya KTP dan domisili selaras.

  3. Bisakah mengajukan pinjaman KREASI jika usaha baru berjalan 3 bulan?

    Umumnya untuk KREASI, usaha harus sudah berjalan minimal 1 tahun. Untuk ARRUM BPKB (syariah) untuk usaha, minimal 6 bulan. Jadi, jika usahamu masih sangat baru, kamu mungkin perlu mencari alternatif lain atau menunggu hingga memenuhi persyaratan waktu.

  4. Apakah BPKB kendaraan atas nama orang lain bisa dijadikan jaminan?

    Biasanya, BPKB harus atas nama kamu atau pasangan (suami/istri). Jika atas nama orang lain, perlu ada surat kuasa atau proses balik nama terlebih dahulu, yang bisa menambah kerumitan dan waktu.

  5. Apakah ada pinjaman Pegadaian tanpa jaminan sama sekali?

    Untuk produk seperti KUR Syariah Pegadaian, pinjaman di bawah Rp 10 juta seringkali tidak membutuhkan agunan tambahan selain kelayakan usaha itu sendiri. Ini merupakan pengecualian yang menarik dari syarat pinjaman di Pegadaian pada umumnya.

  6. Berapa lama proses pencairan dana setelah semua syarat terpenuhi?

    Jika semua syarat pinjaman di Pegadaian lengkap dan agunan sudah ditaksir, dana bisa cair dalam hitungan jam, bahkan ada yang dalam 15-30 menit untuk KCA. Untuk produk dengan survei seperti KREASI atau ARRUM BPKB, bisa memakan waktu 1-3 hari kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *